Jumat, 17 Februari 2017

Mobil pakai bio solar harus ganti oli jauh lebih sering jangan long drain interval

Artikel ini mengingatkan lebih lanjut efek dari sifat yang mudah terdegradasi dari bahan bakar bio solar yang sebelumnya sudah penulis bahas sebelumnya:
Alasan mengapa bio solar bisa merusak mesin adalah juga karena bisa mempengaruhi oli mesin

Sifat mudah terdegradasi dan mudah teroksidasi dari bio solar ternyata sangat mempengaruhi oli mesin juga. Yang paling mudah kelihatan adalah sifat oksidasi membuat oli lebih mudah hitam. Sehingga pemakaian yang berkepanjangan membuat oli hitam dan menggumpal. Ini ditunjukkan pada uji yang dilakukan oleh Mercedes Benz berikut ini:


Selain mempengaruhi daya oksidasi, bio solar juga menyebabkan berkurangnya daya perlindungan oli, sehingga aditif anti wear oli menjadi jauh lebih cepat habis:

Menurut petunjuk pengguna dari John Deree, fuel dilution bisa terjadi lebih parah dan ada resiko polimerisasi:
John Deere Product Support Bulletin “BioDiesel Fuel in John Deere Diesel Engines”
Fuel dilution / crankcase oil dilution
• Blends of B20 and higher can cause a larger amount of unburned fuel to make its way past the piston rings and into the oil pan. This is due to the slightly higher viscosity and density of biodiesel vs. petrodiesel.
• High levels of biodiesel present in the engine oil may polymerize over time and cause serious engine oil sludge problems. Engine oil change intervals may need to be halved if using high blends of biodiesel. The viscosity and density of B20 and lower blends are very similar to that of the pure petrodiesel, and this phenomenon has not been problematic with blends of B20 or lower, so no changes in engine oil intervals are anticipated with B20 or lower blends.

Oleh karena itu, kendaraan yang menggunakan bio solar tidak boleh memperpanjang masa pemakaian oli. Oli harus dipakai jauh lebih pendek dari masa pemakaian yang disarankan.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar